Rabu, 11 Juni 2014

Melihat Kritis Pernikahan Beda Agama Dalam Sosiologis dan Filsafat Manusia

Perbedaan agama dalam pernikahan memang akan mengalami permasalahan serius sesudah atau sebelum itu.Karna agama adalah hal tersuci dan tertinggi dalam suatu kehidupan,dan apabila ada perbedaan didalamnya maka akan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah apalagi dalam ikatan pernikahan.Namun,mulai banyak pula pernikahan antara agama yang berbeda ini.Hal ini memicu kontroversi dan permasalahan.Lebih mengutamakan cinta dan kebahagiaan atau agama?Terkadang memang kita tidak dapat memilih kedua jawaban bersamaan dimana hanya ada ya atau tidak.Terkadang ada pasangan yang mengesampingkan agama dan memilih cinta dan kebahagiaan atau sebaliknya.Tergantung pada pribadi orang itu sendiri.Walau hal ini masih menjadi minoritas dinegara kita,namun hal ini kadang menarik untuk disimak.Lihat saja banyak artis yang menikah berbeda agama tetap mempertahankan agama masing masing atau salah satunya mengikuti pasangannya.Hal ini memang tidak mudah,mengingat kedua hal ini adalah suci tidak dapat dipermainkan.
Dalam sisi sosiologi,ini dapat dilirik dalam Perspektif Fungsionalis,dimana ia menekankan cara bagian dari suatu masyarakat yang terstruktur untuk menjaga stabilitas.Ya,stabilitas keagamaan.Bayangkan,apabila 2 orang yang berbeda agama memiliki seorang anak.Kemanakah anak itu akan memilih? Hal ini mungkin akan menimbulkan permasalahan apabila tidak ada perjanjian diantara pasangan itu.Dikhawatirkan kurangnya stabilitas yang akan menggoyahkan hubungan dalam sebuah keluarga.Dan akan adanya konsekuensi yang diterima yang terbuka dari masyarakat yang disebut fungsi manifest.Lalu akan timbulnya Perspektif Konflik.Dimana ada hal yang menimbulkan konflik dan ketegangan diantaranya karna adanya persaingan kelompok.Ini akan menimbulkan ketegangan dalam keluarga dan dapat menghancurkan hubungan sebuah keluarga.Hal ini hampir sama dengan perspektif sebelumnya.
Saya adalah termasuk orang yang tercipta dalam cinta beda agama.Namun,emang akhirnya yang satu mengikuti yang lain.Hal baik memang karna dapat dikontrol bagaimana sosialisnya.Namun,ini hanyalah kelompok minoritas.Hal ini kadang sulit untuk dibicarakan dikalangan umum mungkin karna akan underestimate dari masyarakat yang berlanjutan.Ini memang wajar.Bagi saya memilih untuk menikah dengan perbedaan agama,terkadang kau memang lebih memilih cintamu dibanding logikamu.Ini memang wajar..

Dalam Filsafat Manusia,kita harus melihat hal ini secara Intuitif.Dimana pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.Mengapa?Karna akan adanya sebab dalam akibat dan konsekuensi dalam prinsip.Konsekuensi dalam prinsip misalnya,suatu saat tidak menutup kemungkinan salah satu dari pasangan itu akan mengikuti agama pasangan ia.Ini akan ada pergoyangan prinsipnya,dimana imannya akan goyang karna cinta.Prinsipnya dapat berubah dan menimbulkan sebab dalam akibat.Bisa saja,dalam suatu agama apabila berpindah keagama lain,maka ia adalah musyrik atau apapun,namun bagi mereka ini hal suci dan tidak dapat berbohong saat mereka berpindah agama.Ia akan memahami secara langsung mengenai prinsip ini dan ia pun melakukan secara sadar.
Kemudian akan adanya Intelegensi,dimana hal itu adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi.Ia perlu melakukan penyesuaian diri dengan situasi baru dengan kehidupan beragamanya.Ia mulai menaruh perhatian terhadap hal baru baginya dan tentu hal ini harus memiliki konsentrasi penuh karna ini hal suci dan ini prinsip hidup seseorang.Cinta adalah afeksifitas positif.Memang hal ini merupakan hal dasar yang penting dalam berkomitmen seperti ini.
Tapi dibalik itu semua,adanya kebebasan.Kita bebas memeluk agama yang mana saja karna keragamannya.Mungkin hal ini adalah penentang,tantangan atau apapun.Namun kita memiliki kebebasan dalam menyuarakan pendapat kita tentang apapun.Karna kita bebas memilih..

Disadut dari website BinusMaya pada tanggal 11 Juni,2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar