Perbedaan agama dalam pernikahan memang akan mengalami permasalahan
serius sesudah atau sebelum itu.Karna agama adalah hal tersuci dan
tertinggi dalam suatu kehidupan,dan apabila ada perbedaan didalamnya
maka akan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah apalagi dalam ikatan
pernikahan.Namun,mulai banyak pula pernikahan antara agama yang berbeda
ini.Hal ini memicu kontroversi dan permasalahan.Lebih mengutamakan cinta
dan kebahagiaan atau agama?Terkadang memang kita tidak dapat memilih
kedua jawaban bersamaan dimana hanya ada ya atau tidak.Terkadang ada
pasangan yang mengesampingkan agama dan memilih cinta dan kebahagiaan
atau sebaliknya.Tergantung pada pribadi orang itu sendiri.Walau hal ini
masih menjadi minoritas dinegara kita,namun hal ini kadang menarik untuk
disimak.Lihat saja banyak artis yang menikah berbeda agama tetap
mempertahankan agama masing masing atau salah satunya mengikuti
pasangannya.Hal ini memang tidak mudah,mengingat kedua hal ini adalah
suci tidak dapat dipermainkan.
Dalam sisi sosiologi,ini dapat dilirik
dalam Perspektif Fungsionalis,dimana ia menekankan cara bagian dari
suatu masyarakat yang terstruktur untuk menjaga stabilitas.Ya,stabilitas
keagamaan.Bayangkan,apabila 2 orang yang berbeda agama memiliki seorang
anak.Kemanakah anak itu akan memilih? Hal ini mungkin akan menimbulkan
permasalahan apabila tidak ada perjanjian diantara pasangan
itu.Dikhawatirkan kurangnya stabilitas yang akan menggoyahkan hubungan
dalam sebuah keluarga.Dan akan adanya konsekuensi yang diterima yang
terbuka dari masyarakat yang disebut fungsi manifest.Lalu akan timbulnya
Perspektif Konflik.Dimana ada hal yang menimbulkan konflik dan
ketegangan diantaranya karna adanya persaingan kelompok.Ini akan
menimbulkan ketegangan dalam keluarga dan dapat menghancurkan hubungan
sebuah keluarga.Hal ini hampir sama dengan perspektif sebelumnya.
Saya
adalah termasuk orang yang tercipta dalam cinta beda agama.Namun,emang
akhirnya yang satu mengikuti yang lain.Hal baik memang karna dapat
dikontrol bagaimana sosialisnya.Namun,ini hanyalah kelompok
minoritas.Hal ini kadang sulit untuk dibicarakan dikalangan umum mungkin
karna akan underestimate dari masyarakat yang berlanjutan.Ini memang
wajar.Bagi saya memilih untuk menikah dengan perbedaan agama,terkadang
kau memang lebih memilih cintamu dibanding logikamu.Ini memang wajar..
Dalam
Filsafat Manusia,kita harus melihat hal ini secara Intuitif.Dimana
pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi
dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam
akibat keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi
dalam prinsip, dan sebagainya.Mengapa?Karna akan adanya sebab dalam
akibat dan konsekuensi dalam prinsip.Konsekuensi dalam prinsip
misalnya,suatu saat tidak menutup kemungkinan salah satu dari pasangan
itu akan mengikuti agama pasangan ia.Ini akan ada pergoyangan
prinsipnya,dimana imannya akan goyang karna cinta.Prinsipnya dapat
berubah dan menimbulkan sebab dalam akibat.Bisa saja,dalam suatu agama
apabila berpindah keagama lain,maka ia adalah musyrik atau apapun,namun
bagi mereka ini hal suci dan tidak dapat berbohong saat mereka berpindah
agama.Ia akan memahami secara langsung mengenai prinsip ini dan ia pun
melakukan secara sadar.
Kemudian akan adanya Intelegensi,dimana hal
itu adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan
situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti
persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi,
konsentrasi.Ia perlu melakukan penyesuaian diri dengan situasi baru
dengan kehidupan beragamanya.Ia mulai menaruh perhatian terhadap hal
baru baginya dan tentu hal ini harus memiliki konsentrasi penuh karna
ini hal suci dan ini prinsip hidup seseorang.Cinta adalah afeksifitas
positif.Memang hal ini merupakan hal dasar yang penting dalam
berkomitmen seperti ini.
Tapi dibalik itu semua,adanya kebebasan.Kita
bebas memeluk agama yang mana saja karna keragamannya.Mungkin hal ini
adalah penentang,tantangan atau apapun.Namun kita memiliki kebebasan
dalam menyuarakan pendapat kita tentang apapun.Karna kita bebas
memilih..
Disadut dari website BinusMaya pada tanggal 11 Juni,2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar