Kamis, 19 Juni 2014

Pengetahuan, Kecerdasan, Afektivitas, dan Kebebasan

Pengetahuan
Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
 
  •          Pengetahuan indrawi lahir atau indrawi luar adalah saat orang mencapainya langsung contohnya penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, serta peraba
  •          Pengetahuan indrawi batin ketika menampakkan dirinya kepada orang dengan ingatan dan khayalan, baik mengenai apa yang tidak ada lagi atau yang belum pernah ada maupun yang terdapat di luar jangkauannya
Ada beberapa jenis pengetahuan seperti ;
  •          perseptif,muncul secara spontan,memungkinkan orang untuk menyesuaikan dirinya secara langsung dengan situasi yang ada.Pengetahuan dalam arti ini lebih menyatakan dirinya melalui gerakan tangan,tingkah laku,gerakan,sikap,tindakan,daripada dengan perkataan yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas 
  •          refleksif,ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apa pun juga. Pengungkapannya adalah baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta putusan-putusan maupun dalam bentuk lambang, mitos, atau karya-karya seni.
  •          diskursif, ketika pengetahuan itu memperhatikan suatu aspek dari benda kemudian suatu aspek yang lain, ketika pengetahuan itu pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian, dan dari bagian-bagian ke keseluruhan.Pengetahuan dalam arti ini lebih menampakkan diri sebagai sesuatu yang datang dari sebab ke akibat dan dari akibat ke sebab, dari prinsip ke konsekuensi dan dari konsekuensi ke prinsip, dan sebagainya 
  •          intuitif, ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.
         Pengetahuan itu induktif, bila menarik yang universal dari yang individual, dan sebaliknya deduktif,bila menarik yang individual dari yang universal. Pengetahuan itu kontemplatif, bila mempertimbangkan benda-benda dalam dirinya dan untukdirinya sendiri. Pengetahuan itu disebut spekulatif, bila mempertimbangkan benda-benda dalam bayangan-bayangan dan ide-ide, atau konsep-konsep tentang benda-benda itu. Praktis, kalau mempertimbangkan benda-benda menurut bagaimana mereka bisa dipergunakan.Pengetahuan itu sinergis, kalau merupakan akumulasi dari seluruh daya kemampuan dari subjek (yang sedang mengetahui). Keseluruhan jenis pengetahuan ini dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dan kemampuan-kemampuannya, yang indrawi dan intelektif.
 
Kecerdasan   
         Kecerdasan adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.
Tahap Kecerdasan :
  •           penanggapan atau persepsi,kegiatan intelektif pada tahap yang rendah atau sederhana ini umumnya digerakkan secara tidak sadar dan prareflektif. Persepsi ini, misalnya, tampak pada refleksi spontan, prasadar, dan prapribadi
  •          penampakan atau aprehensi yaitu bentuk pengetahuan di mana sudah terdapat kesadaran, meskipun subjek menerima apa yang terjadi pada dirinya secara pasif tanpa diinginkannya
  •          insight lebih banyak diandalkan adanya kegiatan abstraksi oleh budi di mana ciri-ciri pokok dicoba untuk ditangkap sambil menyingkirkan yang tidak penting, sambil berusaha mencari sebab-sebab dan sifat terdalamnya, misalnya insight terjadi sebagai ilham bagi seorang seniman.
  •          kegiatan bernalar atau diskursif. Istilah diskursif dari kata di-curres artinya berlari keberbagai arah melalui induksi, deduksi, refleksi, subjektif-objektif, dan sebagainya
Jenis Kecerdasan :
  •         Kecerdasan linguistik seperti mengolah kata
  •         Logis-matematis seperti menghitung
  •         Kecerdasan Spasial seperti menggambar
  •         Kecerdasan musikal seperti bermain musik
  •         Kecerdasan fisik seperti olahraga
  •         Kecerdasan Antarpribadi seperti bekerja sama
  •         Kecerdasan Intrapribadi seperti kecerdasan dalam diri sendiri
  •         Kecerdasan Naturalis (Lingkungan) seperti mengerti flora dan fauna dengan baik
 Afektivitas
         Afektivitas tidak sama dengan pengetahuan, namun menjadi penggerak atau penyebab dan sekaligus akibat dari proses pengetahuan manusia dalam arti penerapannya dalam bentuk perbuatan atau tindakan.Afektivitas juga membuat manusia berada secara aktif dalam dunianya serta berpartisipasi dengan orang lain dan dengan peristiwa-peristiwa dunianya .Cinta (disebut afektivitas positif) atau benci (disebut afektivitas negatif) dapat menjadi dasar penentuan bagi suatu tindakan kognitif. Hal ini tentunya dilakukan melalui suatu dasar penempatan diri yang jelas.Perbuatan afektif harus dimengerti sebagai segala gerakan atau kegiatan batin yang karenanya subjek ditarik atau ditolak
 
Kondisi-kondisi untuk mencapai afektivitas ialah:
  •        Pertama, antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri
  •        Kedua, nilai (baik dan buruk) yang akan melahirkan kegiatan afektif untuk menolak atau menerima
  •        Ketiga, sifat dasariah dan kecenderungan kognitif
  •        Keempat, mengenal adalah kausa dari afektivitas
  •        Kelima, imajinasi
Kebebasan
         Manusia adalah makhluk yang bebas, namun sekaligus manusia adalah makhluk yang harus senantiasa memperjuangkan kebebasannya..Arti dan makna kebebasan pada jaman sekarang tidak bisa disempitkan hanya pada pengertian kebebasan dalam masyarakat kuno atau masyarakat pra-modern.Kata kebebasan sering diartikan sebagai suatu keadaan tiadanya penghalang, paksaan, beban atau kewajiban. Seorang manusia disebut bebas kalau perbuatannya tidak mungkin dapat dipaksakan atau ditentukan dari luar. Manusia yang bebas adalah manusia yang memiliki secara sendiri perbuatan-perbuatannya. Kebebasan adalah suatu kondisi tiadanya paksaan pada aktivitas saya. Manusia disebut bebas kalau dia sungguh-sungguh mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
         Secara ringkas, Louis Leahy membedakan tiga macam atau bentuk kebebasan, yaitu kebebasan fisik, kebebasan moral dan kebebasan psikologis
  •           Kebebasan fisik menurut Louis Leahy adalah ketiadaan paksaan fisik. Artinya adalah tidak adanya halangan atau rintangan-rintangan eksternal yang bersifat fisik atau material.
  •          Kebebasan psikologis berarti ketiadaan paksaan secara psikologis. Orang dikatakan bebas secara psikologis jika ia mempunyai kemampuan untuk mengarahkan hidupnya. 
  •          Kebebasan moral tidak sama dengan kebebasan psikologis. Meskipun demikian antara keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Kebebasan moral mengandaikan kebebasan psikologis. Sebaliknya jika ada kebebasan psikologis belum tentu ada kebebasan moral.Kebebasan moral dapat dibatasi dengan pemberian larangan atau pewajiban secara moral.
Sumber :
  1.          Binus Maya.Human Philosophical Reflections 2 : Knowledge,Intelligence,Affection,and Freedom.Diperoleh 19 Juni 2014,dari http://binusmaya.binus.ac.id
  2.          Wikipedia .Pengetahuan. Diperoleh 19 Juni 2014,dari http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan
  3.          Wikipedia .Kecerdasan. Diperoleh 19 Juni 2014,dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan
  4.          Analisa Kepribadian.Jenis Kecerdasan. Diperoleh 19 Juni 2014, dari http://konsultasi.blog.com/jenis-kecerdasan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar